Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna menghadapi potensi banjir rob di wilayah pesisir. Selain menyiagakan personel gabungan di lapangan, pemerintah juga akan memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di daerah rawan.
"Jawa Tengah adalah daerah tujuan sekaligus lintasan utama pemudik. Oleh karena itu, kami akan meningkatkan kesiagaan dan menginformasikan kepada masyarakat serta pemudik mengenai potensi bencana yang dapat terjadi," kata Luthfi.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun hujan lebat diprediksi terjadi pada 26-28 Maret 2025, saat ini operasi modifikasi cuaca masih belum diperlukan. Namun, jika kondisi cuaca terus memburuk hingga mengganggu aktivitas masyarakat saat Lebaran, langkah tersebut akan dipertimbangkan.
"Untuk saat ini belum diperlukan. Kondisi cuaca mulai melandai, kecuali jika hujan terus-menerus dan berpotensi mengganggu perayaan Lebaran, baru akan kami lakukan modifikasi cuaca. Insyaallah tidak ada," ucapnya.
Selain memberikan informasi cuaca secara berkala, pemerintah juga telah menyiapkan upaya mitigasi dampak banjir rob. Tim gabungan dari tingkat provinsi hingga desa telah disiagakan selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
"Kami telah membentuk desa tanggap bencana. Setiap desa sudah memiliki Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan bahkan fasilitas bagi penyandang disabilitas juga telah disiapkan. Model ini telah menjadi contoh bagi provinsi lain," jelas Luthfi.
Dengan adanya potensi banjir rob ini, warga pesisir dan pemudik yang melintas di jalur Pantura diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta selalu memantau informasi terkini guna menghindari dampak buruk dari kondisi cuaca ekstrem.
Editor : Taufik Budi Nurcahyanto
Artikel Terkait