Satu Keluarga Asal Semarang Meninggal di Arab Saudi, Mereka Ingin Lebaran di Tanah Suci

Taufik Budi
Satu Keluarga Asal Semarang Meninggal di Arab Saudi, Mereka Ingin Lebaran di Tanah Suci (Ist)

Komunikasi Terakhir 

Selama di Arab Saudi, Dawam masih berkomunikasi dengan istrinya dan beberapa teman di Indonesia. 

"Kalau dengan saya tidak ada komunikasi langsung, tapi dengan istri saya masih saling kabar," ujar Erma. 

Percakapan terakhir Dawam dengan seorang temannya terjadi pada Kamis (20/3) sore, sebelum kecelakaan terjadi. 

"Terakhir komunikasi itu sekitar jam 17.00 WIB, saat pertandingan Timnas Indonesia lawan Australia. Skornya 5-1, mereka masih sempat memantau bola. Setelah itu, tidak ada kabar lagi," tuturnya. 

Menurut Erma, tidak ada firasat buruk sebelum keberangkatan keluarga Dawam. Terakhir kali mereka bertemu di Jakarta, semuanya dalam keadaan baik. 

"Kemarin terakhir ketemu di rumah saya di Jakarta. Nggak ada firasat apa pun," katanya dengan mata berkaca-kaca. 

Kronologi Kecelakaan 

Kecelakaan terjadi pada Kamis (20/3) pukul 13.30 waktu setempat atau 17.30 WIB di Wadi Qudeid, jalur antara Madinah dan Mekkah. Bus yang membawa rombongan jemaah umrah asal Indonesia terguling dan terbakar. 

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan bahwa bus tersebut mengangkut 20 jemaah umrah Indonesia. 

"Enam orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka-luka. Korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Arab Saudi," ungkapnya. 

 

Editor : Taufik Budi Nurcahyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network