get app
inews
Aa Text
Read Next : Dahsyatnya Kebakaran Hutan di Korsel Tewaskan Banyak Orang, Termasuk Petugas Penyelamat

Perdana Menteri Korsel Han Duck Soo Lolos dari Pemakzulan

Senin, 24 Maret 2025 | 23:48 WIB
header img
Han Duck Soo lolos dari pemakzulan setelah Mahkamah Konstitusi menolak permintaan parlemen Majelis Nasional (Foto: AP)

SEOUL, iNEWSDEMAK.ID - Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) menolak pemakzulan Perdana Menteri Han Duck Soo, dalam sidang Senin (24/3/2025). Dengan demikian Han akan tetap menduduki posisi sebagai penjabat presiden.

Han ditunjuk sebagai presiden sementara untuk menggantikan Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan oleh parlemen Majelis Nasional. Berdasarkan aturan di Korsel, perdana menteri akan naik menjadi presiden jika terjadi pemakzukan. Yoon juga sedang menanti sidang putusan, apakah Mahkamah Konstitusi menerima pemakzulan dirinya atau tidak.

Dari total delapan Hakim Mahkamah Konstitusi yang menyidang kasus ini, lima menolak pemakzulan Han melawan 1 yang menyetujui. Dua lainnya lebih dulu menolak pemakzulan sejak awal kasus digulirkan. Dengan demikian pemakzulan Han ditolak oleh tujuh dari delapan hakim.

Empat dari lima hakim yang menolak pemakzulan mengakui Han melakukan pelanggaran terhadap UU dan hukum. Pelanggaran itu terkait keputusan Han yang menunda pengangkatan hakim tambahan untuk menangangi kasus pemakzulan Presiden Yoon. 

Meski demikian keputusan Han itu tak perlu diganjar dengan pemecatannya sebagai penjabat presiden.

Putusan tersebut dikeluarkan 3 bulan setelah parlemen Majelis Nasional memakzulkan Han sebagai penjabat presiden. 
 

Dia dijatuhkan dengan beberapa tuduhan, yakni terlibat dalam penerapan darurat militer oleh Presiden Yoon pada 3 Desember serta menolak penambahan hakim Mahkamah Konstitusi untuk menyidangkan kasus ini. 
Status darurat militer pada 3 Desember hanya berlaku sekitar 6 jam setelah dibatalkan parlemen.

Sementara itu satu-satunya hakim yang menyetujui pemakzulan, Chung Kye Sun, menilai pelanggaran yang dilakukan Han cukup serius sehingga bisa diganjar dengan pemecatan.

Han berterima kasih atas putusan tersebut dengan menyebutnya sebagai hasil yang bijaksana.

"Saya akan mulai dengan menangani masalah yang mendesak terlebih dulu," katanya, seperti dikutip dari Yohhap.

Pengadilan belum mengumumkan kapan akan memutus apakah akan menerima atau menolak pemakzulan terhadap Yoon. Banyak pengamat memprediksi sidang akan digelar selambat-lambatnya akhir pekan ini.

 

Editor : Arto Ary

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut