Ironi Catwalk di Desa Tenggelam: Perempuan Nelayan Demak Melawan Krisis Iklim

Namun, di balik pengalaman baru ini, ia mengisahkan kehidupan yang semakin sulit.
"Dulu kami bisa hidup lebih tenang, tapi sekarang desa ini sudah seperti lautan. Rumah-rumah tenggelam, semua serba susah. Pemerintah maunya kami pindah, tapi mau ke mana? Hidup di sini memang sulit, tapi ini rumah kami," kata Lasmiyah.
Menurutnya, sejak 2014 kondisi semakin parah, dengan banjir yang tidak kunjung surut.
"Saya sudah 42 tahun tinggal di sini, punya tiga anak. Suami saya juga tetap melaut, walau sekarang mencari ikan makin sulit. Semua makin berat," tambahnya.
Lasmiyah berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, bukan sekadar menyuruh warga pindah tanpa solusi konkret. Dia beharap pemerintah membangun permanen agar mempermudah mobilitas warga keluar masuk kampung.
Editor : Taufik Budi Nurcahyanto